LUNYU I. 8. 2.

UTAMAKANLAH SIKAP

image

MATAKIN

MAJELIS TINGGI AGAMA KHONGHUCU INDONESIA

Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, disingkat MATAKIN, adalah sebuah organisasi yang mengatur perkembangan agama Khonghucu di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1955 setelah melalui proses yang panjang sejak akhir abad ke 19.

Kehadiran Agama Khonghucu di Indonesia telah berlangsung berabad-abad lamanya, Kelenteng Ban Hing Kiong (萬興宮) di Manado didirikan pada tahun 1819 . Di Surabaya didirikan tempat ibadah Agama Khonghucu yang disebut mula-mula : Boen Tjhiang Soe (文昌祠), kemudian dipugar kembali dan disebut sebagai Boen Bio (文廟) pada tahun 1906. Sampai dengan sekarang Boen Bio yang terletak di Jalan Kapasan 131, Surabaya masih terpelihara dengan baik dibawah asuhan Majelis Agama Khonghucu (MAKIN) “Boen Bio” Surabaya.

KEGIATAN MATAKIN

8 PESAN DARI JAKARTA




Kongres Agama Khonghucu Dunia 2017
"Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk Mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" dihasilkan butir-butir kesepakatan sbb :
8 Pesan dari Jakarta
Wei De Dong Tian
  1. Dunia yang damai sejahtera bukan sesuatu yang mustahil untuk bisa diwujudkan bila kita mau berjuang dengan sungguh-sungguh dan mampu membangun Harmoni dan Jalan Tengah.
  2. Harmoni harus dibangun dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, negara dan dunia.
  3. Jalan Tengah hanya bisa terwujud bila setiap individu, keluarga, kelompok mampu mengendalikan ego masing-masing, mempunyai tanggung jawab dan kebersamaan yang tinggi, rasa saling mengalah-menghormat dan memiliki, memberi lebih dulu ketimbang menuntut dan selalu berpikir, bertindak dengan sadar untuk kepentingan yang lebih besar (bersama), menyadari perannya masing-masing sebagai orangtua atau anak, kakak atau adik, suami atau istri, kawan atau sahabat dan pimpinan atau anggota dari sebuah komunitas.
  4. Keadilan menjadi nilai kunci yang sangat penting dan harus dikedepankan, seperti sabda Nabi Kongzi, "Bila ada keadilan tidak ada persoalan kemiskinan dan bila ada keadilan tidak ada persoalan kebersamaan". Keadilan yang tercipta harus didasari penghargaan kepada mereka yang berprestasi/berkontribusi di satu sisi dan di sisi lain diimbangi dengan kepedulian kepada mereka yang lemah.
  5. Agama harus bisa memberikan solusi untuk masalah kemanusiaan dengan didasari prinsip saling menghormati perbedaan di satu sisi dan memperkuat persamaan di sisi lain, apa yang sama tak perlu dibeda-bedakan, apa yang berbeda tak perlu dipaksa disama-samakan. Agama, umat dan pimpinan Khonghucu harus mampu berperan aktif menjadi jembatan bagi terbangunnya saling pengertian yang lebih mendalam di antara berbagai komunitas lewat berbagai forum dialog antar agama, penerbitan informasi dalam berbagai ragam bahasa asing atau daerah, tidak harus terpaku pada bahasa aslinya, dengan memperhatikan keaneka-ragaman budaya dan adat istiadat yang ada.
  6. Pendidikan harus bisa diakses semua orang dan mencakup semua aspek kecerdasan : intelektual, emosional, spiritual, etika-moral, secara lengkap dan utuh sehingga dapat terbentuk manusia yang unggul, berkarakter baik, dan menyadari jati dirinya sebagai insan Tuhan dan sahabat bagi sesama dan alam atau dalam istilah Khonghucu disebut sebagai Junzi.
  7. Lebih baik kita menghindari perdebatan tentang Khonghucu itu agama atau filsafat atau etika moral, karena sejatinya semua agama mempunyai semua dimensi tersebut. Akan lebih produktif bila umat dan cendekiawan Khonghucu menerapkan cita-cita sederhana Nabi Agung Kongzi - menghormati para orangtua, dapat dipercaya sebagai kawan, sahabat atau manusia, dan membimbing generasi muda dengan kasih sayang dalam kehidupan keluarga masing-masing, dan bersama-sama agama lainnya menggali lebih dalam mutiara kearifan masing-masing untuk diabdikan bagi kedamaian dan kesejahteraan umat manusia.
  8. Umat dan cendekiawan Khonghucu dari seluruh dunia meyakini bahwa di empat penjuru samudra semua manusia bersaudara dan oleh karenanya harus bersama-sama bahu-membahu bekerja dan berjuang untuk kebaikan dan kesejahteraan bersama.
Secara sadar kita tidak boleh terkungkung oleh sekat diskriminatif yang terbentuk oleh ikatan primordial maupun kepentingan kelompok. Agama Khonghucu juga harus bisa melepaskan stigma yang seolah-olah hanya terkait dengan etnis tertentu. 
Kami yakin bila kita mau menjalankan Harmoni dan Jalan Tengah niscaya akan tercapai kesejahteraan dan perdamaian dunia.
Shanzai
Jakarta, 18 Oktober 2017

From World Confucian Religion Congress 2017
"Building Harmony and Golden Mean to Create Welfare and World Peace" several crucial points were made.
8 Messages Jakarta :
Wei De Dong Tian
  1. A Peaceful world is not an impossible task to actualize if we strive for it and build both harmony and golden mean.
  2. Harmony should be built from family as smallest unit of society, nation and the world.
  3. Golden mean can only be actualized through if every individual, family, group is able to control self-ego, have their own responsibilities and togetherness, giving first before demanding and always consciously think of greater good, realize their respective role as parents or children, husband or wife, friend or companion, and leader or member of a community.
  4. Equality is the key crucial factor and must be prioritized, as Confucius said, "When there is equality there is no poverty and where there is equality there is no discord." To achieve equality, we must show appreciation for those who made an achievement or contributed and on the other hand, care for marginalized people.
  5. Religion should give solutions to the problems of humanity based on respecting differences on the one side and strengthen similarity on the other sides. What is same should not be differentiated, what is different should not be forced to be same. Confucian religion, people and leaders should actively become a bridge between communities through interfaith dialogue, spreading information in local or native language with respect to local culture and diversity in order to build mutual understanding.
  6. Education should be fully accessible to everyone and include all of these aspects: Intellectual, emotional, spiritual, moral-ethics, complete and holistic, therefore a superior, well-educated person can realize him/herself as God's creation and friend to fellow humans and nature, which is called “Junzi” in Confucian terminology.
  7. It is better for us to avoid debating whether Confucianism is a religion or philosophy or moral ethics, because every religion truly has the above dimension. It is more beneficial if Confucian people and scholars aspire to emulate the Great Prophet Confucius—respecting our elders, trusting friends, companions and fellow humans, and guiding younger generations with benevolence. In each respective household and together with other religions, to reflect on their respective wisdoms thus dedicating themselves to world peace and welfare.
  8. Confucians and Confucian scholars from all over the world believe that within the four seas, all people are brothers/sisters and thus have to work together and help each other for common virtue and prosperity.
We must consciously break the limits and discriminative barriers made by primordial bonds or any beneficial parties. Confucian religion should also be free from exclusive association with a specific ethnicity.
We believe that if we strive for Harmony and the Golden Mean, welfare and world peace can be accomplished.
Shanzai
Jakarta, October 18th, 2017

2017年世界孔教大会
“中和之道为世界和平的枢机”九点共识
惟德动天
1.我们一致认为,只要坚持孔子“中和之道”,就能实现世界的和平。
2.“人人亲其亲,长其长则天下平”。世界和平人人有责,世界和平的理想始于家庭,进而影响社会和国家。 
3. “行有不得,皆反求诸己” 和“人人各尽其责”应当成为每一个人的修养;人类不同国家、民族之间应当相互理解,学会分享与欣赏。 
4.在公平、正义主流价值的前提下,以孔子“仁者爱人”的精神,关怀弱势群体的权益。既“尚贤使能”,又要“嘉善而矜不能”,对先进者予以奖励,对后进者予以关心与提携。
5. 各宗教之间应当相互包容,相互尊重、相互理解,和平相处。孔教(儒教)可以成为不同宗教、不同文化之间沟通与交流的桥梁。
6.坚持“有教无类”普遍施教与因材施教相结合的原则,使人人成为具备“智、仁、勇”三达德的君子。
7.实现孔子的理想,行动比辩论更重要。
8.我们遵循“天下一家”“四海之内皆兄弟”的原则,致力于消除种族、文化、宗教、社会之间的隔阂。
我们深信,只要坚守孔子“中和之道”,世界和平一定会实现。
善哉
雅加达,2017年10月18日

Pengurus MATAKIN ke Qufu


Pengurus MATAKIN kunjungan ke Kota Qufu dan Jinan, Provinsi Shandong, Tiongkok




Rombongan Pengurus MATAKIN dipimpin oleh Ketua Umum MATAKIN, Dq. Uung Sendana L. Linggaraja, melakukan Kunjungan Kerja ke Kota Qufu dan Jinan Provinsi Shandong-Tiongkok pada tanggal 26 - 30 September 2017, dalam rangka Zhisheng Dan (Hari Lahir Nabi Kongzi) ke 2568 Kongzili. 

Selain Ketua Umum MATAKIN, pengurus MATAKIN yang hadir di antaranya Sekretaris Deroh Ws. Budi S. Tanuwibowo, Ketua Kehormatan MATAKIN Ws. Wawan Wiratma dan Ketua Bidang Luar Negeri DP MATAKIN, Dq. Haris Chandra.

Di sana Rombongan Pengurus MATAKIN juga bertemu dengan rombongan Tur Ziarah Rohani MATAKIN Ke Qufu tahun 2017 yang dipimpin oleh Dq. Gianti Setiawan.



Dialog Islam Konghucu






Dalam rangka Perayaan Zhisheng Dan, Hari Lahir Nabi Agung Kongzi 2568

MATAKIN menyelenggarakan Dialog Islam - Khonghucu dengan tema Membangun Harmoni dan Jalan Tengah untuk mewujudkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia.

Bertempat di Hotel Hariston, Jakarta. Pada tanggal 16 Oktober 2017.

Didukung oleh:
The Confucian Academy Hong Kong
Djarum Foundation
Perhimpunan Indonesia Tionghoa

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 72





Ketua Umum MATAKIN, Drs Uung Sendana L.L, S.H, menghadiri upacara peringataan detik-detik proklamasi dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan RI ke 72 di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 17/08/2017. 

Selain para Pejabat Tinggi Negara acara ini juga dihadiri oleh Tokoh Lintas Agama lainya dan juga dari kalangan masyarakat umum.


Bertemu Presiden Jokowi


Bertemu Presiden Jokowi, Pengurus MATAKIN Bahas Masalah Kebangsaan dan Penguatan Nilai-Nilai Pancasila





Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Umat Khonghucu mendukung penguatan nilai-nilai Pancasila dan menjaga kerukunan. Hal tersebut disampaikan pada saat Pengurus Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) diterima oleh beliau di Istana Merdeka, Senin 14/8/2017 siang. Rombongan Matakin terdiri dari 8 orang sedangkan Presiden didampingi Sekretaris Kabinet.
Intinya Presiden meminta kita turut mendukung memberikan pendidikan pada umat dan beliau juga mengucapkan terima kasih karena MATAKIN secara konsisten mendukung upaya-upaya membumikan nilai- nilai Pancasila, merawat kerukunan umat beragama serta pencegahan dan penanganan radikalisme dan upaya-upaya mengganti ideologi negara." ujar Ketua Umum Matakin Uung Sendana L. Linggaraja di usai pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu jam.
Dalam kesempatan tersebut, juga dibicarakan mengenai Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional sebagai perayaan keagamaan yang diadakan MATAKIN dan Presiden berjanji akan hadir karena selama ini beliau belum pernah hadir. 
Selain itu, Matakin juga menyampaikan bahwa sekarang pelayanan pemerintah terhadap agama Khonghucu berada di Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Kemenag RI dan berharap kepada presiden agar pemerintah segera merekrut PNS beragama Khonghucu untuk masuk di struktur Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Kemenag RI.

Peluncuran Penguatan Penguatan Pancasila


Ketum Matakin menghadiri Peluncuran Penguatan Penguatan Pancasila


Sabtu, 12/08/2017, Ketua Umum MATAKIN, Drs. Uung Sendana L. Linggaraja, S.H. menghadiri Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila, di Istana Kepresidenan Bogor . Acara ini dihadiri oleh Presiden RI dan diikuti oleh 570 mahasiswa dan 130 dosen baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia.
Acara diawali dengan Senam bersama dengan Presiden RI dan diakhiri dengan penampilan Giring Nidji . Siang harinya, Ketua Umum MATAKIN menuju IPB convention Center untuk memberikan materi dalam rangka berbagi pengalaman sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa.



Rangkaian acara dimulai pada hari Jumat, 11/08/2017, dengan berbagai kegiatan diantaranya diskusi Pancasila dan nonton bersama sejarah Pancasila.
Hadir juga Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Megawati Soekarnoputri dan para Anggota Dewan Pengarah UKP PIP, Ketua UKP PIP Yudi Latif, Menteri Riset Dikti M Natsir.

MATAKIN DKI Jakarta


Ketua MATAKIN DKI Jakarta menghadiri penandatanganan antara Pemprov DKI Jakarta dengan Lembaga Pendidikan Tinggi, TNI dan Lembaga Agama.




Para Nabi, itulah teladan terbaik dalam hubungan manusia.

Hubungi Kami
phone
+62-21-6509941
print
+62-21-65302778



location_on
Kompleks Royal Sunter Blok D6, Jakarta Utara 14350